“Rahasia untuk maju adalah memulai.” ― Mark Twain

“Ada dua kesalahan fatal yang membuat proyek besar tidak pernah terealisasi:
1) Tidak selesai
2) Tidak memulai”

Semuanya dimulai dari satu langkah pertama. Apapun pekerjaannya, apapun usahanya, semuanya harus dimulai. Tidak ada apapun yang akan terjadi tanpa anda memulainya.

Terlalu Banyak Berpikir dan Merencanakan Terkadang Malah Bisa Menggagalkan.

“Done is better than perfect.” – Sheryl Sandberg

“Melakukan lebih baik daripada kesempurnaan”

Tidak ada yang sempurna, semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan mengejar kesempurnaan seringkali hanya akan menghasilkan kegelisahan untuk selalu menjadi sempurna. Dan hal ini bisa berakibat buruk, karena pada akhirnya, ketika pada suatu masa rencana kita seringkali tidak sesuai dengan harapan / ekspektasi, kita akan cepat menyerah dan tidak melanjutkan lagi usaha kita.

Sebaiknya, gunakan pendekatan yang berbeda. Bahwa kesempurnaan itu tidak ada, dan sangat mustahil bagi manusia untuk mengejar kesempurnaan. Dengan memiliki mindset seperti ini, otak kita akan dilatih untuk “memulai” tanpa terlalu khawatir atau “takut yang berlebihan” terhadap hasil akhir.

Manusia tidak bisa menentukan hasil akhir, karena hasil akhir terlalu kompleks untuk bisa dikendalikan. Yang perlu kita lakukan adalah merencanakan, dan melakukan. Kemudian, analisa dan evaluasi proses tersebut, secara berkala. Sehingga kita akan menemukan apa yang berhasil / working, dan apa yang tidak berhasil / not working. Proses ini harus kita lakukan secara terus menerus, sehingga akan terjadi action yang terarah karena evaluasi dan analisa yang terencana.

Darimana Harus Memulai?

Ini pertanyaan yang sebenarnya cukup sulit untuk mendapatkan jawabannya. Karena apa? Karena setiap manusia memiliki problematika-nya masing masing. Setiap manusia memiliki problemnya masing-masing. Jadi, kita tidak bisa menggeneralisir, karena setiap manusia memiliki problem yang berbeda. Apalagi ditambah dengan karakter dan tingkat emosional yang juga berbeda beda.

Situasi dan kondisi yang dialami juga berbeda beda dan tidak sama. Ini tentu saja akan menghasilkan kesimpulan yang tidak sama, karena terlalu banyak perbedaan.

Beberapa Tips Jika Anda Tidak Tahu Harus Mulai Dari Mana:

1. Temukan passion anda (hobi dan kesukaan).

Mengapa ini penting? Karena tidak ada yang instant dalam dunia ini, semuanya harus melalui dan mengalami proses yang panjang. Ada pasang surut, tidak mungkin kita selalu berada diatas. Adakalanya, seringkali kita juga harus melewati masa-masa yang sulit, baik pada pekerjaan, bisnis, usaha, kehidupan, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, kita harus mengetahui kalau ini lebih seperti lomba lari maraton ketimbang lari cepat jarak pendek. Artinya apa? Kita harus memiliki loyalitas, kesetiaan terhadap apapun yang kita kerjakan dan lakukan. Dan untuk bisa memiliki loyalitas dan kesetiaan tersebut, tentu saja, kita harus memiliki kecintaan dan kesukaan (passion yang kuat) terhadap yang kita lakukan dan kerjakan.

Dengan demikian, kita akan memiliki kekuatan, dan seolah olah beban yang berat tersebut tidak terasa terlalu berat, karena kita melakukannya dengan penuh sukacita, yang berasal dari kesukaan kita terhadapa pekerjaan / usaha yang kita lakukan.

2. Lakukan dan jalani apa yang anda bisa sesuai dengan kemampuan anda.


Kenapa harus sesuai dengan kemampuan? Karena melakukan apapun yang masih berada dalam jangkauan dan kemampuan kita, kita akan lebih bisa menguasai. Dengan demikian, hal ini tidak akan terlalu berada di luar jangkauan dan kendali kita.

Baik finansial, maupun juga secara kemampuan fisik / keahlian. Lebih baik kita mengerjakan sedikit sedikit, mulai dari hal yang kecil, dan berada dalam jangkauan kapasitas kita, ketimbang kita melakukan sesuatu yang harus besar, harus megah, harus begini, harus begitu…tapi itu semua berada diluar batas kemampuan kita.

Dengan mengerjakan hal yang kecil dan kita mampu, itu akan semakin memotivasi kita, apalagi kita menguasainya dengan baik. Daripada hanya mau dan menunggu pekerjaan / usaha yang memiliki kualifikasi atau permodalan yang berada jauh diatas kemampuan kita sekarang (saat ini).

Dengan memulai dari hal kecil, dan terjangkau, kita juga bisa berprogress. Proses ini akan semakin mengasah banyak hal dalam kehidupan kita. Memang demikian, semua hal besar dimulai dari kecil, dan kita harus menikmati proses, serta bisa berprogress (memiliki kemajuan) selama kita menjalaninya. Memang, akan ada up and down, itulah proses….yang akan membuat kita semakin dewasa dan bijak dalam menyikapi semuanya.

3. Jangan banyak mengeluh


Berani memulai juga harus berani menanggung semua konsekuensinya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa ini lebih mirip menyerupai pertandingan maraton ketimbang lari cepat jarak pendek. Kita harus siap, untuk menghadapi rintangan dan halangan yang akan timbul pada proses perjalanannya.

Pendekatannya adalah: nikmati aja prosesnya, tidak perlu sedikit sedikit terlalu banyak mengeluh. Kita sudah memutuskan untuk memulai, berarti kita juga harus siap untuk menerima semua konsekuensi yang mungkin timbul. Proses kehidupan dalam bidang apapun memang tidak mudah, dari situlah kita harus belajar, menganalisa, kemudian merencanakan langkah dan tindakan kita selanjutnya…menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, secara dinamis.

Artinya adalah: tidak mungkin ada kenyamanan, ini semua adalah perjuangan yang panjang dan penuh dengan lika liku yang panjang, penuh dengan halangan dan rintangan yang harus kita lewati…untuk bisa naik setahap demi setahap, selangkah demi selangkah.

Tanamkan mindset: bahwa ini semua adalah proses yang akan mendewasakan kita, kita harus bisa melewatinya, dan tidak ada pilihan lain selain kita harus melaluinya dengan sebaik baiknya.

Penutup:

Manusia tidak bisa menentukan hasil akhir. Milikilah mindset yang benar, agar kita tahu apa yang harus kita lakukan. Seringkali, kita terlalu berpikir dan menuntut hasilnya, padahal kita sendiri tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa mewujudkan hasil yang kita inginkan tersebut.

Sebaiknya, gunakan pendekatan yang lebih sederhana: Karena kita tidak bisa menuntut hasil akhir, lebih baik fokus untuk melakukannya dengan sepenuh hati, dengan maksimal, dengan upaya terbaik. Hasil akhir serahkan kepada yang Maha Kuasa. Pendekatan dan mindset seperti ini jauh lebih baik, karena dengan demikian, kita mengarahkan semua daya upaya dan fokus kepada proses, ketimbang hasil akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *