Haruskah Anda mengkhawatirkannya?

Tidak, karena semuanya mengubah otak Anda, tidak hanya Internet.

Otak manusia mungkin adalah salah satu hal paling rumit yang pernah ada. Terdapat miliaran neuron masing-masing dengan segudang koneksi ke yang lain.

Dan semua yang Anda lakukan – semuanya – mempengaruhi strukturnya dan koneksi itu.

Belajar Musik

Jika Anda belajar bermain piano, gitar, atau alat musik lainnya, Anda akan belajar, tepat waktu, di mana tepatnya meletakkan jari-jari Anda tanpa memikirkannya. Untuk memulainya, Anda mengetahui di mana jari-jari Anda, pada keyboard piano atau leher gitar, tetapi, dengan latihan, itu menjadi otomatis.

Dan telah ditunjukkan bahwa, otak musisi profesional memiliki lebih banyak materi abu-abu (grey matter) di area yang berkaitan dengan kontrol motorik yang diperlukan untuk memainkan instrumen dengan baik.

Dari mempelajari pengemudi taksi dan musisi, kita dapat melihat bahwa bukan hanya koneksi di otak yang berubah, tetapi juga struktur sebenarnya.

Otak Anda belajar dan beradaptasi untuk mengikuti semua yang Anda lakukan.

Jadi mengapa itu tidak diubah oleh kita, sekarang, menggunakan banyak komputer, smartphone dan internet?

Ini bukan masalah, ini adalah adaptasi alami terhadap lingkungan.

Orang tidak bisa membaca lagi – apakah benar?

Beberapa waktu yang lalu para peneliti rupanya menemukan bahwa teknik membaca skimming adalah hal yang normal. Membaca dari layar, rupanya, membuat kita tidak mampu membaca secara mendalam.

Eksperimen yang dilakukan menunjukkan – dua kelompok siswa yang membaca teks yang sama – sebuah cerita. Satu kelompok siswa membaca dari sebuah buku, yang satunya lagi dari layar. Saat diuji, yang membaca dari buku bisa menjawab lebih banyak pertanyaan mendalam daripada yang membaca dari layar.

Ini menunjukkan bahwa layar menghentikan kita dari membaca secara mendalam. Tetapi Anda dapat menyimpulkan bahwa layar memungkinkan kita membaca secara skimming dengan lebih mudah.

Teknik Membaca Skimming adalah keterampilan yang baik untuk dimiliki, dan sangat mungkin – bahwa menscroll layar ke bawah memungkinkan Anda membaca secara skimming dengan lebih mudah daripada membuka halaman kertas.

Digital Amnesia

Apakah Anda tahu nomor telepon pasangan Anda? Istri anda? Suami Anda? Pacar Anda?

Mengapa?

Ini sama sekali bukan kejutan!

Jika Anda memiliki smartphone, Anda tidak perlu tahu nomor telepon. Anda tinggal mencari dan menemukan nama orang yang Anda inginkan dan ponsel Anda yang akan menghubunginya, ponsel anda yang menyimpan semua nomor teleponnya.

Di era pra-digital, Anda harus tahu nomor telepon yang ingin Anda hubungi, karena Anda harus memencet / memutar nomornya secara fisik. Dan, tentu saja, semakin Anda memutarnya, semakin tertanam dalam memori Anda.

Jadi nomor-nomor yang sering Anda panggil di telepon rumah lama biasanya masih dapat anda ingat dalam memori Anda, karena berkali kali Anda meneleponnya, sedangkan nomor-nomor yang hanya sekali kali anda ketahui, (untuk disimpan di smartphone Anda) hampir tidak dapat diingat sama sekali.

Untuk apa mengingat hal-hal yang tidak Anda butuhkan?

Hal lain adalah bahwa orang tidak keberatan melupakan sesuatu yang mereka cari di internet, jika mereka tahu bahwa mereka dapat dengan mudah menemukannya lagi. Daripada mengingat fakta, responden lebih cenderung mengingat di mana mereka menemukannya. Sama seperti menggunakan buku referensi – atau perpustakaan!

“Efek Google”

Apa yang disebut “Efek Google” ini dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Betsy Sparrow pada tahun 2011. Dia menjelaskan bahwa, untuk beberapa informasi, orang lebih suka mengingat di mana menemukannya daripada mengingat informasi itu sendiri.

Ini, katanya, sejenis memori “transaktif”, atau memori eksternal; itu sama dengan pergi ke ahli yang Anda kenal, yang memiliki beberapa informasi yang Anda butuhkan daripada mengingat informasinya itu sendiri. Ini, tentu saja, adalah sesuatu yang selalu dilakukan oleh orang-orang jaman sekarang.

Apakah perlu khawatir akan hal ini?

Apakah ini semua merupakan masalah?

Ini bukan tentang masalah orang lupa nama seseorang, atau lupa bagaimana caranya mengikat tali sepatu. Mereka hanya berpikir dengan prinsip: “tidak penting untuk mengingat serangkaian nomor telepon atau angka angka, untuk apa mengingatnya jika itu bisa dengan mudahnya dilakukan oleh smartphone kita?”

Mengapa kita harus mengingatnya padahal kita tidak perlu mengingatnya?

Kita berubah. Sepanjang waktu. Tubuh kita berubah, begitu juga otak kita. Tidak ada yang aneh dengan itu semua.

Kita dapat membaca secara mendalam, jika perlu, tetapi kita juga dapat membaca skimming (teknik membaca cepat untuk menemukan inti dari suatu bacaan) dengan menggulir layar dan, mungkin, untuk sebagian besar teks yang kita temukan online, membaca skimming adalah cara membaca yang paling tepat. Bagaimanapun juga, postingan Facebook, atau Tweet, umumnya bukan komunikasi yang rumit untuk dimengerti.

Kita dapat mengingat hal-hal yang perlu kita ingat, tetapi, lupakan hal-hal yang jarang kita gunakan. Itu bukan masalah, itu sepenuhnya masuk akal dan logis.

Jadi, apakah internet mengubah otak Anda?

Ya, tentu saja – mungkin menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *